Selasa, 31 Januari 2017

Matematika Diskrit “Teori Himpunan”

Teori himpunan merupakan konsep dasar dalam pembahasan matematika diskrit
1.1  Definisi himpunan
– Himpunan (set) adalah kumpulan objek-objek yang berbeda.
– Objek di dalam himpunan disebut elemen, unsur, atau anggota.
– HIMATIF adalah contoh sebuah himpunan, di dalamnya berisi anggota berupa mahasiswa. Tiap mahasiswa berbeda satu sama lain.
1.2  Penyajian
A. Himpunan Enumerasi
Mengenumerasi artinya menuliskan semua elemen himpunan yang bersangkutan di antara dua buah tanda kurung kurawal. Biasanyasuatu himpunan diberi nama dengan menggunakan huruf  kapital maupun dengan menggunakan simbol-simbol lainnya.
B. Contoh
– Himpunan A mempunyai tiga bilangan asli pertama: A={1,2,3}.
– Himpunan B mempunyai dua bilangan genap positif pertama: B={4,5}.
– Meskipun himpunan biasa digunakan untuk mengelompokkan objek yang mempunyai sifat mirip, tetapi dari definisi himpunan   diketahui  bahwa sah-sah saja elemen-elemen di dalam himpunan tidak mempunyai hubungan satu sama lain, asalkan berbeda.
– contoh: {hewan, a, Amir, 10, komputer} adalah himpunan yang terdiri dari lima elemen, yaitu hewan, a, Amir, 10, komputer.
R  = { a, b, {a, b, c}, {a, c} }    C  = {a, {a}, {{a}} }
Contoh tersebut memperlihatkan bahwa suatu himpunan bisa terdapat anggota himpunan lain.
– K={ }
Contoh tersebut adalah himpunan kosong, karena K hanya berisi satu elemen yaitu { }.
Himpunan kosong dapat dilambangkan dengan Ø.
– Himpunan 100 buah bilangan asli pertama bisa dituli {1, 2, …, 100}
Untuk menuliskan himpunan yang tak berhingga, kita dapat menggunakan tanda ellipsis().
– Himpunan bilangan bulat positif ditulis sebagai {…, -2, -1, 0, 1, 2, …}.
C. Keanggotaan
     x ∈ A : x merupakan anggota himpunan A;
     x ∉ A : x bukan merupakan anggota himpunan A.
     misal, A = {1, 2, 3, 4},  R  = { a, b, {a, b, c}, {a, c} }
     maka, 1 ∈ A dan b ∉ A
D. Simbol-simbol Baku
Terdapat sejumlah simbol baku yang biasa digunakan untuk mendefinisikan himpunan yang sering digunakan,
antara lain:
P = himpunan bilangan bulat positif = {1,2,3,…}
N = himpunan bilangan alami (natural) = {1,2,…}
Z = himpunan bilangan bulat = {…,-2,-1,0,1,2,…}
Q = himpunan bilangan rasional
R = himpunan bilangan riil
C = himpunan bilangan kompleks
Kadang-kadang kita berhubungan dengan himpunan-himpunan yang semuanya merupakan bagian dari sebuah  himpunan yang universal. Himpunan yang universal ini disebut semesta dan disimbolkan dengan U.
Himpunan  U harus diberikan secara eksplisit atau diarahkan berdasarkan pembicaraan. Sebagai contoh, misalnya U = {bil. Genap kurang dari 6} berarti U = {2, 4}
E. Notasi Pembentuk Himpunan
Cara lain menyajikan himpunan adalah dengan notasi pembentuk himpunan (set builder). Dengan cara penyajian ini, himpunan dinyatakan dengan menulis syarat yang harus dipenuhi oleh anggotanya.
Notasi:{x|syarat yang harus dipenuhi oleh x}
Aturan dalam penulisan syarat keanggotaan:
  • Bagian di kiri tanda ’|’ melambangkan elemen himpunan
  • Tanda ’|’ dibaca dimana atau sedemikian sehingga
  • Bagian di kanan tanda ’|’ menunjukkan syarat keanggotaan himpunan
  • Setiap tanda ’,’ di dalam syarat keanggotaan dibaca sebagai dan
Contoh:
A adalah himpunan bilangan asli
Daftar anggota: A={1,2,3,. . .}
Notasi pembentuk himpunan: A={x | x ∈ A }
F. Diagram Venn
Diagram Venn menyajikan himpunan secara grafis. Cara penyajian himpunan ini diperkenalkan oleh matematikawan Inggris yang bernama John Venn pada tahun 1881. di dalam diagram Venn, himpunan semesta (U) digambarkan sebagai suatu segi empat sedangkan himpunan lainnya digambarkan sebagai lingkaran di dalam segi empat tersebut.
Contoh: Misalkan U = {1, 2, …, 7, 8},
                  A = {1, 2, 3, 5} dan B = {2, 5, 6, 8}.
1.3  Kardinalitas
Jumlah elemen di dalam A disebut kardinal dari himpunan A. Misalkan A merupakan himpunan yang elemen-elemennya berhingga banyaknya. Jumlah elemen A disebut kardinal dari himpunan A.
Notasi: n(A) atau |A|  , notasi |A| untuk menyatakan kardinalitas himpunan.
B = {x|x merupakan HIMA di STTG}, Maka |B| = 4, dengan elemen-elemen B adalah HIMATIF, HIMAKOM, HIMASIP, HIMATI.
A = {a, {a}, {{a}}, maka |A| = 3, dengan elemen-elemen A (yang berbeda) adalah a, {a}, dan {{a}}.
Himpunan yang tidak berhingga banyak anggotanya mempunyai kardinalitas tidak berhingga pula. Sebagai contoh, himpunan bilangan riil mempunyai jumlah anggota tidak berhingga, maka |R| = ∞.
1.4  Himpunan Kosong
Himpunan yang tidak memiliki satupun elemen atau himpunan dengan kardinal = 0 disebut himpunan kosong (null set).
Notasi: Ø atau { }
Contoh: A = {x | x < x}, maka n(A) = 0
Perhatikan bahwa himpunan {{ }} dapat juga ditulis sebagai {Ø}.
1.5  Himpunan bagian (subset)
Himpunan A dikatakan himpunan bagian dari himpunan B jika dan hanya jika setiap elemen A merupakan elemen B. Dalam hal ini, B dikatakan superset dari A.
Notasi: A ⊆ B
Contoh: A ⊆ B jika elemen A ada di B                                                                                                                                                                                           A={1,2,3}                                                                                                                                                                                                                                         B={1,2,3,4,5,7}                                                                                                                                                                                                                                                               C={1,2,4,5}     
Jadi : * A ⊆ B                                                                                                                                                                                                                                                                     * A bukan himpunan bagian C
1.6  Himpunan yang Sama
– Himpunan A dikatakan sama dengan himpunan B jika dan hanya jika setiap elemen A merupakan elemen B dan sebaliknya setiap elemen B merupakan elemen A.
– A = B jika A adalah himpunan bagian dari B dan B adalah himpunan bagian dari A. Jika tidak demikian, maka A ≠ B.
– Notasi : A = B  ↔  A B dan B  A   
– Contoh: A={a,b,c}, B={c,a,b}      Jadi, A=B
– tiga prinsip yang perlu diingat dalam memeriksa kesamaan dua buah himpunan:
1. urutan elemen dalam himpunan tidak penting.         
     jadi {1,2,3} = {3,2,1} = {1,3,2}
2. pengulangan elemen tidak mempengaruhi kesamaan dua buah himpunan.            
      Jadi, {1,1,1,1}={1,1}={1}          {1,2,3}={1,2,1,3,2,1}
3. untuk tiga buah himpunan, A, B, C berlaku aksioma berikut:
– A = A, B = B, dan C=C
– Jika A = B,maka B
– Jika A = B, dan B = C maka A = C
1.7  Himpunan Ekivalen
– Himpunan A dikatakan ekivalen dengan himpunan B jika dan hanya jika kardinal dari kedua himpunan tersebut sama.
– Notasi: A ~ B  ↔ |A|=|B|
Contoh: A={a,b,c} dan B={2,4,6} maka A ~ B sebab |A|= |B|
1.8  Himpunan Saling Lepas
– Dua himpunan A dan B dikatakan saling lepas (disjoint) jika keduanya tidak memiliki elemen yang sama.
– Notasi : A // B  
Contoh: jika A={2,4,6,8} dan B={3,5,7} maka A // B sebab elemen himpunan A dan elemen himpunan B tidak ada yang sama.
1.9  Himpunan Kuasa
  • Himpunan kuasa (power set) dari himpunan A adalah suatu himpunan yang elemennya merupakan semua himpunan bagian dari A, termasuk himpunan kosong dan himpunan A sendiri.
  • Notasi : P(A) atau 2A
  • Jika |A| = m, maka |P(A)| = 2m.
Contoh:
– Jika A = { 1, 2 }, maka P(A) = { , { 1 }, { 2 }, { 1, 2 }}
– Himpunan kuasa dari himpunan kosong adalah P(Ø) = {Ø}, & himpunan kuasa dari himpunan {Ø} adalah P({Ø}) = {Ø, {Ø}}.
1.10  Operasi Pada Himpunan
1. Irisan ( ∩ )
Irisan (intersection) dari himpunan A dan B adalah himpunan yg setiap elemennya merupakan elemen dari himpunan A dan himpunan B.
Notasi: A ∩ B={x | x ∈ A dan x ∈ B}
Misalkan A={1,2,3,4,5} dan B={2,3,5,7,11} maka A ∩ B={2,3,5}
2. Gabungan  ( ∪ )
Gabungan(union) dari himpunan A dan B adalah  himpunan yang setiap anggotanya merupakan anggota himpunan A atau himpunan B.
Notasi : A ∪ B = { x | x ∈ A atau x ∈ B }
Misalkan A={1,2,3,4,5} dan B={2,3,5,7,11} maka, A ∪ B={1,2,3,4,5,7,11}
3. Komplemen
Komplemen dari suatu himpunan A terhadap suatu himpunan semesta U adalah suatu himpunan yang elemennya
merupakan elemen U yang bukan elemen A.
Notasi : Ā = { x | x ∈ U, tapi x ∉ A }
Misalkan U={0,… 11} dan A={1,3,5,7} maka, Ā = {0,2,4,6,8,9,10,11}
4. Selisih
Selisih dari dua himpunan A dan B adalah suatu himpunan yang elemennya merupakan elemen A dan bukan elemen B. Selisih antara A dan B dapat juga dikatakan sebagai komplemen himpunan B relatif terhadap himpunan A.
Notasi : AB = { x | xA dan x ∉ B } = A B’
Misalkan A={1,2,3,4,5} dan B={2,3,5,7,11} maka A – B = {1,4}
5. Beda Setangkup
Beda setangkup dari himpunan A dan B adalah sesuatu himpunan yang elemennya ada pada himpunan A atau B, tetapi tidak pada keduanya.
Notasi: AB = (AB) – (AB) = (A-B) ∪ (B-A)
Misalkan A = { 2, 4, 6 } dan B = { 2, 3, 5 } maka ,  AB = { 3, 4, 5, 6 }
6. Perkalian Kartesain
Perkalian kartesian (Cartesian products) dari himpunan A dan B adalah himpunan yang elemennya semua pasangan
berurutan (ordered pairs) yang mungkin terbentuk dengan komponen kedua dari himpunan A dan B.
Notasi: A x B ={(a,b)| a ∈ A dan b ∈ B}
Misalkan C = { 1, 2, 3 },  dan D = { a, b }, maka  C × D = { (1, a), (1, b), (2, a), (2, b), (3, a), (3, b) }
         Catatan:
1. jika A dan B merupakan himpunan berhingga, maka: |A x B| = |A| . |B|
2. Pasangan berurutan (a,b) berbeda dengan (b,a).
3. Perkalian kartesian tidak komutatif, yaitu A x B ≠ B x A dengan syarat A dan B tidak kosong.
4. Jika A = ∅ atau B = ∅ maka A x B = B x A = ∅
1.11   Sifat-sifat Operasi Himpunan
 1. Hukum identitas:
– A ∪ ∅ = A
A ∩ U  = A
 2.Hukum null:
– A ∩ ∅ = ∅
A ∪ U = U
 3. Hukum Komplemen:
A ∪ Ā = U
A ∩   Ā = ∅
 4. hukum idempotent:
– A ∪ A = A
– A  ∩ A = A
 5. Hukum Involusi:
–  (–A)= A
 6. Hukum Penyerapan:
A ∪ (A ∩ B) = A
– A ∩ (A ∪ B) = A
 7. Hukum Komutatif:
A ∪ B = B ∪ A
A ∩ B = B ∩ A
 8. Hukum Asosiatif:
A ∪ (B ∪ C)=(A ∪ B) ∪ C
– A ∩ (B ∩ C)=(A ∩ B) ∩ C
– A ⊕ (B ⊕ C)=(A ⊕ B) ⊕ C
 9. Hukum distributif :
A ∪ (B ∩ C) = (A ∪ B) ∩ (A ∪ C)
– A  (B C) = (A B) (AC)
 10. Hukum DeMorgan :
A∩B = AB
A∪B = A∩ B

 
1.12  Prinsip Inklusi-Eksklusi
  • Berapa banyak anggota didalam gabungan dua buah himpunan A dan B? Penggabungan dua buah menghasilkan dua buah himpunan baru yang elemen-elemenya berasal dari himpunan A dan himpunan B.
  • Himpunan A dan himpunan B mungkin saja memiliki elemen-elemen yang sama. Banyaknya elemen bersama antara A dan B adalah ⏐A  B⏐. Setiap unsur yang sama itu telah dihitung dua  kali, sekali pada ⏐A⏐ dan sekali pada ⏐B⏐, meskipun ia seharusnya dianggap sebagai satu buah elemen didalam ⏐A B⏐, karena itu, jumlah elemen hasil penghubungan seharusnya adalah jumlah elemen dimasing-masing himpunan dikurangi dengan jumlah elemen didalam irisannya, atau ⏐A B = A + BA B⏐.
Prinsip ini dikenal dengan nama prinsip inklusi-eksklusi. Dengan cara yang sama, kita dapat menghitung jumlah elemen hasil operasi beda setangkup:  ⏐ B = A + B⏐– 2 B
1.13  Partisi
Partisi dari sebuah himpunan A adalah sekumpulan himpunan bagian tidak kosong A1,A2 …..dari A sedemikian
sehingga :
(a)    A1  A2  …. = A, dan
(b)   Himpunan bagian Ai saling lepas;yaitu Ai ∩ Aj = Ø untuk i ≠ j.
Misalkan A = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8}, maka { {1}, {2, 3, 4}, {7, 8}, {5, 6} } adalah partisi A.
1.14  Multiset
  • Dari definisi himpunan, himpunan adalah kumpulan elemen yang berbeda. Namun pada beberapa situasi, adakalanya elemen himpunan tidak seluruhnya berbeda, misalnya himpunan nama-nama mahasiswa di sebuah kelas. Nama-nama mahasiswa di dalam sebuah kelas mungkin ada yang sama, karena itu ada perulangan elemen yang sama di dalam himpunan tersebut. Himpunan yang elemennya boleh berulang (tidak harus berbeda) disebut himpunan-ganda  atau multiset. Contoh: {1, 1, 1, 2, 2, 3}, {2, 2, 2}, {2, 3, 4}, {} adalah himpunan ganda.
  • Multiplisitas dari suatu elemen pada multiset adalah jumlah kemunculan elemen tersebut pada multiset. Misalkan : Jika M = { 0, 1, 01, 1, 0, 001, 0001, 00001, 0, 0, 1}, maka multiplisitas elemen 0 adalah 4. Himpunan merupakan contoh khusus dari suatu multiset, yang dalam hal ini multiplisitas dari setiap elemennya adalah 0 atau 1. Kardinalitas dari suatu multiset didefinisikan sbg kardinalitas himpunan padanannya, dgn mengasumsikan elemen2 di dalam multiset semua berbeda.
  • Operasi Antar Dua Buah Multiset
Misalkan P dan Q adalah multiset:
1. P Q adalah suatu multiset yang multiplisitas elemennya sama dengan multiplisitas maksimum elemen tersebut pada himpunan P dan Q.
Contoh:
             P = { a, a, a, c, d, d } dan Q ={ a, a, b, c, c },
             P Q = { a, a, a, bc, c, d, d
2.  P ∩ Q adalah suatu multiset yang multiplisitas elemennya sama dengan multiplisitas minimum elemen tsb pada himpunan P dan Q.
Misal:  Jika P = { a, a, a, c, d, d } dan Q = { a, a, b, c, c } maka P ∩ Q = { a, a, c }
1.15  Pembuktian Kalimat Himpunan
Kalimat himpunan adalah pernyataan yang menggunakan notasi himpunan. Kalimat dapat berupa kesamaan himpunan, misalnya “A ∩ (B ∪ C) = (A ∩ B) ∪ (A ∩ C)” adalah sebuah kesamaan himpunan, atau berupa kalimat implikasi seperti “jika B = Ø  dan   (B  C) maka selalu berlaku bahwa A  C”.

Jumat, 27 Januari 2017

Cara mudah belajar algoritma pemograman dengan C++

Tujuan nya adalah untuk memudahkan pembuatan program baik yang sederhana maupun yang kompleks.
Yang dimaksud dengan program adalah kumpulan intruksi yang digunakan untuk mengatur computer agar melakukan suatu tindakan tertentu.
Suatu program ditulis mengikuti kaidah bahasa pemograman tertentu. Bahasa pemograman dapat di analogikan dengan bahasa yang digunakan  manusia (bahasa manusia). Kumpulan intruksi dalam bahasa manusia yang berupa sejumlah kalimat dapat anda analogikan dengan suatu program.
Dalam konteks pemograman, terdapat sejumlah bahasa pemograman, seperti : Pascal, C, C++, dan Basic.

Baiklah untuk mempersingkat waktu dengan cara menganalisis riset dari suatu masalah dan membuat algoritma sederhana transaksi pembayaran pada swalayan yang menggunakan seleksi fungsi if else untuk membuat program transaksi pembayaran.

Permasalahan :
Suatu swalayan memberikan diskon sebesar 10 % bagi siapa saja yang berbelanja sebesar Rp100.000  atau lebih. Buatlah algoritma untuk menghitung nilai uang yang harus dibayar oleh pembeli.
Solusi: Pemecahan masalah ini dalam bentuk diagram alir data dan pseudecode  dapat dilihat pada gambar berikut.
  1. Masukkan (pembelian)
  2. Jika pembelian >= 100000 maka diskon ß 0.1* pembelian sebaliknya diskon 0 akhir-jika
  3. pembayaranß pembelian – diskon
  4. tampilkan (pembayaran
Flowchartnya :

 


 





Demikianlah riset contoh algoritma toko swalayan sederhana yang telah menjadi program transaksi yang sederhana.

Jaringan Komputer



Pengertian Jaringan Komputer - Sistem jaringan komputer adalahgabungan atau kumpulan dari beberapa komputer yang dapat diakses secara bersama – sama (seperti floopy disk, CD-ROM, printer, dan sebagainya), dan dapat berhubungan dengan komputer induksistem lainnya yang letaknya berjauhan.

Adapun komunikasi data dapat diartikan pengiriman data secara elektronik dari satu tempat ke tempat lain melalui suatu media komunikasi, dan data yang dikirimkan tersebut merupakan hasil atau akan diproses oleh suatu sistem komputer.

Sistem jaringan dapat memiliki peralatan pada komputer server untuk dipakai secara bersama dengan komputer client-nya. Namun pada setiap komputer lokal dapat juga dipasang peralatan khusus untuk keperluan komputer lokal tersebut.


Dalam jaringan ada tiga komponen utama yang harus dipahami, yaitu :
  • Host atau node, yaitu sistem komputer yang berfungsi sebagai sumber atau penerima dari data yang dikirimkan. Node ini dapat berupa:
    • Server : komputer tempat penyimpanan data dan program-program aplikasi yang digunakan dalam jaringan,
    • Client : komputer yang dapat mengakses sumber daya (berupa data dan program aplikasi) yang ada pada server,
    • Shared pheriperal : peralatan-peralatan yang terhubung dan digunakan dalam jaringan (misalnya, printer, scanner, harddisk, modem, dan lain-lain).
  • Link, adalah media komunikasi yang menghubungkan antara node yang satu dengan node lainnya. Media ini dapat berupa saluran transmisi kabel dan tanpa kabel,
  • Software (Perangkat Lunak), yaitu program yang mengatur dan mengelola jaringan secara keseluruhan. Termasuk di dalamnya sistem operasi jaringan yang berfungsi sebagai pengatur komunikasi data dan periferal dalam jaringan.
Ada beberapa tipe jaringan komputer yang umumnya digunakan. Berikut ini beberapa klasifikasi tipe jaringan komputer yang ada :
1.    Berdasarkan letak geografis
  • Local Area Network (LAN), jaringan ini berada pada satu bangunan atau lokasi yang sama, dengan kecepatan transmisi data yang tinggi (mulai dari 10 Mbps ke atas), dan menggunakan peralatan tambahan seperti repeater, hub, dan sebagainya.
  • Metropolitan Area Network (MAN), jaringan ini merupakan gabungan beberapa LAN yang terletak pada satu kota(jangkauan 50-75 mil) yang dihubungkan dengan kabel khusus atau melalui saluran telepon, dengan kecepatan transmisi antara 56 Kbps sampai 1 Mbps, dan menggunakan peralatan seperti router, telepon, ATM switch, dan antena parabola.
  • Wide Area Network (WAN), jaringan ini merupakan gabungan dari komputer LAN atau MAN yang ada di seluruh permukaan bumi ini yang dihubungkan dengan saluran telepon, gelombang elektromagnetik, atau satelit; dengan kecepatan transmisi yang lebih lambat dari 2 jenis jaringan sebelumnya, dan menggunakan peralatan seperti router, modem, WAN switches..
2.    Berdasarkan arsitektur jaringan
  • jaringan peer to peer
  • jaringan berbasis server (server-based network/server-client network)
  • jaringan hibrid.
(Bagian ini akan dibahas lebih lanjut pada bahasan selanjutnya)
3.    Berdasarkan teknologi transmisi
  • Jaringan switch, merupakan jaringan yang penyampaian informasi dari pengirim ke penerima melalui mesin-mesin perantara atau saluran telepon,
  • Jaringan broadcast, merupakan jaringan yang penyampaian informasi dari pengirim ke penerima dilakukan secara broadcast (disiarkan ke segala arah) baik melalui saluran kabel maupun saluran tanpa kabel.
Beberapa komponen dasar yang biasanya membentuk suatu LAN adalah sebagai berikut:
1.    Workstation
Dalam jaringan, workstation sebenarnya adalah node atau host yang berupa suatu sistem komputer. User berhubungan dengan jaringan melalui workstation dan juga saling berkomunikasi seperti saling bertukar data. User juga dapat mengakses program aplikasi pada workstation yang dapat bekerja sendiri di workstation (stand-alone) itu sendiri ataupun menggunakan jaringan untuk saling berbagi informasi dengan workstation atau user lain.
Workstation dapat berfungsi sebagai :
a.    Server
Sesuai dengan namanya, ini adalah perangkat keras yang berfungsi untuk melayani jaringan dan klien yang terhubung pada jaringan tersebut. Server dapat berupa sistem komputer yang khusus dibuat untuk keperluan tertentu, seperti untuk penggunaan printer secara bersama (print server), untuk hubungan eksternal LAN ke jaringan lain (communication server), dan file server yakni disk yang digunakan secara bersama oleh beberapa klien. Server ini tidak dapat digunakan sebagai klien, karena baik secara hardware maupun software, ia hanya berfungsi untuk mengelola jaringan.

Ada pula server yang berupa workstation dengan disk drive yang cukup besar kapasitasnya, sehingga server tersebut dapat juga digunakan sebagai workstation oleh user.
b.    Client (klien)
Sebuah workstation umumnya berfungsi sebagai klien dari suatu server, karena memang workstation akan menggunakan fasilitas yang diberikan oleh suatu server. Jadi, server melayani, sedangkan klien dilayani.
2.    Link
Link atau hubungan dalam Jaringan Lokal dikenal sebagai media transmisi berupa kabel maupun tanpa kabel, yang secara fisik menghubungkan server dan klien.
3.    Transceiver
Transceiver (transmitter-receiver) merupakan perangkat keras yang menghubungkan workstation atau sistem komputer dengan media transmisi .
4.    Kartu Jaringan (Network Interface Card / NIC)
Kartu jaringan ini adalah kartu yang dipasang pada PC yang mengendalikan pertukaran data antarworkstation yang ada dalam jaringan lokal. Setiap workstation harus dilengkapi dengan NIC yang secara fisik terhubung langsung dengan bus internal dari PC.
5.    Perangkat Lunak Jaringan
Perangkat lunak jaringan mencakup:
  • sistem operasi LAN,
  • perangkat lunak aplikasi,
  • perangkat lunak pemrograman, dan
  • program utiliti.
Perangkat lunak ini sangat penting dan mutlak untuk memungkinkan komunikasi antara sistem komputer yang satu dengan sistem komputer lainnya. Tanpa perangkat lunak ini, jaringan tidak akan berfungsi. Sistem komputer dengan LAN dapat menjalankan semua perangkat lunak aplikasi yang dapat berjalan pada stand-alone PC.


Arsitektur Jaringan Komputer

Arsitektur jaringan komputer merupakan tata cara penggunaan perangkat keras dan perangkat lunak dalam jaringan agar satu komputer dengan komputer lainnya dapat melakukan komunikasi dan pertukaran data.


Ada tiga bentuk arsitektur yang umum digunakan dalam jaringan komputer:
1.    Jaringan peer to peer
Pada jaringan peer to peer (Gambar 2.2.), semua komputer memiliki posisi setara/sejajar, dalam hierarki yang sama. Setiap komputer dapat menjadi klien terhadap komputer peer lainnya, setiap komputer dapat pula berbagi sumber daya dengan komputer yang berada dalam jaringan peer-to-peer ini. Sumber daya diletakkan secara desentralisasi pada setiap anggota jaringan, dan tidak memerlukan administrator jaringan.

Aliran informasi bisa mengalir di antara dua komputer secara langsung, di mana pun. Namun, jaringan ini tidak sepenuhnya bebas tanpa kontrol, masih bisa digunakan password untuk memproteksi file dan folder, dapat juga diatur agar orang-orang tertentu tidak bisa menggunakan periferal tertentu.

Karena kemudahan pemasangan, pemeliharaan, serta biaya, jaringan ini lebih populer untuk jaringan dengan jumlah komputer yang sedikit (sekitar 2 sampai 20 komputer).

Sifat jaringan peer to peer digunakan untuk hubungan antara setiap komputer yang terhubung dalam jaringan komputer yang ada, sehingga komunikasi data terjadi antar komputer dengan hierarki yang sama karena setiap komputer dapat berfungsi sebagai server maupun klien.
Jaringan peer-to-peer
Gambar  Jaringan peer-to-peer
2.    Jaringan client/server

Pada jaringan client/server (Gambar 2.3.), perangkat lunak yang mengontrol keseluruhan kerja jaringan berada pada server. Jaringan ini dapat menghubungkan ratusan komputer dengan tingkat keamanan yang tidak dimungkinkan dalam jaringan peer-to-peer.

Jaringan ini bisa diatur sehingga setiap klien harus log on ke server sebelum bisa memanfaatkan sumber daya yang terhubung ke server. Server lalu mengotentikasi klien dan memverifikasi bahwa komputer yang digunakan klien tersebut memiliki izin untuk log on ke jaringan, dengan memeriksa username dan password klien tersebut terhadap database pada server.

Jaringan client/server
Gambar Jaringan client/server
3.    Jaringan hybrid
Jaringan ini merupakan gabungan dari sifat pada jaringan peer to peer dan client/server. Workgroup yang terdiri dari beberapa komputer yang saling terhubung dapat mengelola sumber daya tanpa membutuhkan otorisasi dari administrator jaringan atau server. Pada jenis jaringan ini, terdapat pula sifat dari jaringan client/server sedemikian sehingga tingkat keamanan dapat lebih terjaga dan adanya server yang mempunyai suatu fungsi layanan tertentu, seperti sebagai file server, print server, database server, mail server, dan lainnya.Pengertian Jaringan Komputer

Cara Membuat Tema WordPress Dengan Bootstrap Mudah


kita akan coba membahas gimana sih cara membuat template WordPress dengan Bootstrap. Sebenarnya membuat tema WordPress itu bisa dibilang agak rumit apabila kita mendesain tema wordpress dari awal alias from stratch.
Tapi kali ini, membuat tema WordPress pun kita bisa menggunakan framework Bootstrap sebagai kerangka desainnya, agar pembuatan desain bisa lebih cepat dan mudah.
Untuk membuat Tema WordPress, kita dapat menggunakan base template atau yang biasa disebut dengan template dasar. Dengan template dasar ini, struktur direktori sebuah template sudah disediakan secara langsung, kita cukup mendesainnya saja tanpa harus memikirkan struktur foldernya seperti apa.
Untuk itu, kodi memberikan beberapa rekomendasi base template yang bisa kamu gunakan untuk membuat template WordPress menggunakan Bootstrap, yuk langsung check aja!

Understrap


UnderStrap menggabungkan tema Underscore (yang dibuat oleh Automattic) yang sudah mendukung responsive web desain yaitu Bootstrap 4 (oleh Twitter) menjadi framework yang sempurna untuk proyek theme WordPress kamu.
Saya sendiri personally menggunakan base template ini karena sudah tersedia banyak fitur seperti :
  1. SASS
    Memanfaatkan tools SASS untuk mempermudah pembuatan stylesheet, yang membuat mengganti warna, font, stylings dll menjadi mudah
  2. NPM
    Dilengkapi dengan dukungan NPM untuk mengelola semua dependensi. Hanya satu perintah yang bisa kamu jalankan di terminal kamu untuk memperbarui semua aset.
  3. Gulp
    Dilengkapi dengan Gulp sebagai task runner dan satu file gulpfile.js dengan beberapa tugas default. Misalnya untuk mengkompilasi SASS ke CSS.
  4. Dan masih banyak lainnya
Kamu dapat melihat seluruh dokumentasi dan filenya pada website understrap.com

Sage


Sage, yang dibuat oleh Roots, merupakan base template kedua rekomendasi saya. Template ini hampir sama dengan Understrap, hanya saja template ini tidak berdasarkan oleh Underscore yang dibuat oleh WordPress. Ada beberapa fitur juga dalam base template Sage yang sangat membantu kita dalam proses development :
  1. Menulis stylesheet dengan Sass
  2. Secara otomatis memeriksa kode JavaScript kamu dari error
  3. Mengoptimalkan gambar, memungkinkannya pengujian browser tersinkronasi, dan lainnya dengan setup gulp yang disediakan oleh template
  4. Sage hadir dengan versi terbaru dari Bootstrap.
  5. Template didasarkan pada HTML5 Boilerplate.
Kamu bisa cek langsung di websitenya di roots.io/sage

Tabel Kode Warna Untuk HTML dan CSS



Komputer menyediakan jutaan warna yang bisa kita gunakan hanya dengan menuliskan kode tertentu yang sesuai dengan warna yang diinginkan.
Warna-warna ini bisa digunakan untuk membuat tampilan website atau blog menjadi lebih menarik. Warna yang umum mudah untuk di ingat yaitu merah, kuning, hijau, biru dan warna-warna utama lainnya. Sedangkan variasi dari warna-warna tersebut sulit untuk dihafalkan.

Nama warna (Foto via blog.luminoso.com)
Untuk menentukan warna pada halaman web dengan css biasanya kita menggunakan kode warna seperti #ff0000 untuk warna merah, atau #fff000 untuk warna kuning.
Implementasinya juga mudah dengan css, misal untuk memberikan warna merah pada tag H1
h1{ color: #ff0000 }
atau bisa langsung menuliskan nama warnanya seperti ini
h1{ color: red }
atau jika ingin lansung di tag h1 nya
<h1 style="color:#ff0000">Selamat Datang</h1>
Berikut ini kode warna lain yang bisa Anda gunakan
Tabel Kode Warna Untuk HTML dan CSS
#EEEEEE

#DDDDDD

#CCCCCC

#BBBBBB

#AAAAAA

#999999

#888888

#777777

#666666

#555555

#444444

#333333

#000000

#000033

#000066

#000099

#0000CC

#0000FF

#330000

#330033

#330066

#330099

#3300CC

#3300FF

#660000

#660033

#660066

#660099

#6600CC

#6600FF

#990000

#990033

#990066

#990099

#9900CC

#9900FF

#CC0000

#CC0033

#CC0066

#CC0099

#CC00CC

#CC00FF

#FF0000

#FF0033

#FF0066

#FF0099

#FF00CC

#FF00FF

#003300

#003333

#003366

#003399

#0033CC

#0033FF

#333300

#333333

#333366

#333399

#3333CC

#3333FF

#663300

#663333

#663366

#663399

#6633CC

#6633FF

#993300

#993333

#993366

#993399

#9933CC

#9933FF

#CC3300

#CC3333

#CC3366

#CC3399

#CC33CC

#CC33FF

#FF3300

#FF3333

#FF3366

#FF3399

#FF33CC

#FF33FF

#006600

#006633

#006666

#006699

#0066CC

#0066FF

#336600

#336633

#336666

#336699

#3366CC

#3366FF

#666600

#666633

#666666

#666699

#6666CC

#6666FF

#996600

#996633

#996666

#996699

#9966CC

#9966FF

#CC6600

#CC6633

#CC6666

#CC3399

#CC66CC

#CC66FF

#FF6600

#FF6633

#FF6666

#FF6699

#FF66CC

#FF66FF

#009900

#009933

#009966

#009999

#0099CC

#0099FF

#339900

#339933

#339966

#339999

#3399CC

#3399FF

#669900

#669933

#669966

#669999

#6699CC

#6699FF

#999900

#999933

#999966

#999999

#9999CC

#9999FF

#CC9900

#CC9933

#CC9966

#CC9999

#CC99CC

#CC99FF

#FF9900

#FF9933

#FF9966

#FF9999

#FF99CC

#FF99FF

#00CC00

#00CC33

#00CC66

#00CC99

#00CCCC

#00CCFF

#33CC00

#33CC33

#33CC66

#33CC99

#33CCCC

#33CCFF

#66CC00

#66CC33

#66CC66

#66CC99

#66CCCC

#66CCFF

#99CC00

#99CC33

#99CC66

#99CC99

#99CCCC

#99CCFF

#CCCC00

#CCCC33

#CCCC66

#CCCC99

#CCCCCC

#CCCCFF

#FFCC00

#FFCC33

#FFCC66

#FFCC99

#FFCCCC

#FFCCFF

#00FF00

#00FF33

#00FF66

#00FF99

#00FFCC

#00FFFF

#33FF00

#33FF33

#33FF66

#33FF99

#33FFCC

#33FFFF

#66FF00

#66FF33

#66FF66

#66FF99

#66FFCC

#66FFFF

#99FF00

#99FF33

#99FF66

#99FF99

#99FFCC

#99FFFF

#CCFF00

#CCFF33

#CCFF66

#CCFF99

#CCFFCC

#CCFFFF

#FFFF00

#FFFF33

#FFFF66

#FFFF99

#FFFFCC

#FFFFFF

Tabel Nama Warna Untuk HTML dan CSS
Aliceblue
#F0F8FF

Antiquewhite
#FAEBD7

Aqua
#00FFFF

Aquamarine
#7FFFD4

Azure
#F0FFFF

Beige
#F5F5DC

Bisque
#FFE4C4

Black
#000000

Blanchedalmond
#FFEBCD

Blue
#0000FF

Blueviolet
#8A2BE2

Brown
#A52A2A

Burlywood
#DEB887

Cadetblue
#5F9EA0

Chartreuse
#7FFF00

Chocolate
#D2691E

Coral
#FF7F50

Cornflowerblue
#6495ED

Cornsilk
#FFF8DC

Crimson
#DC143C

Cyan
#00FFFF

Darkblue
#00008B

Darkcyan
#008B8B

Darkgoldenrod
#B8860B

Darkgray
#A9A9A9

Darkgreen
#006400

Darkkhaki
#BDB76B

Darkmagenta
#8B008B

Darkolivegreen
#556B2F

Darkorange
#FF8C00

Darkorchid
#9932CC

Darkred
#8B0000

Darksalmon
#E9967A

Darkseagreen
#8FBC8F

Darkslateblue
#483D8B

Darkslategray
#2F4F4F

Darkturquoise
#00CED1

Darkviolet
#9400D3

Deeppink
#FF1493

Deepskyblue
#00BFFF

Dimgray
#696969

Dodgerblue
#1E90FF

Firebrick
#B22222

Floralwhite
#FFFAF0

Forestgreen
#228B22

Fuchsia
#FF00FF

Gainsboro
#DCDCDC

Ghostwhite
#F8F8FF

Gold
#FFD700

Goldenrod
#DAA520

Gray
#808080

Green
#008000

Greenyellow
#ADFF2F

Honeydew
#F0FFF0

Hotpink
#FF69B4

Indianred
#CD5C5C

Indigo
#4B0082

Ivory
#FFFFF0

Khaki
#F0E68C

Lavender
#E6E6FA

Lavenderblush
#FFF0F5

Lawngreen
#7CFC00

Lemonchiffon
#FFFACD

Lightblue
#ADD8E6

Lightcoral
#F08080

Lightcyan
#E0FFFF

Lightgoldenrodyellow
#FAFAD2

Lightgreen
#90EE90

Lightgrey
#D3D3D3

Lightpink
#FFB6C1

Lightsalmon
#FFA07A

Lightseagreen
#20B2AA

Lightskyblue
#87CEFA

Lightslategray
#778899

Lightsteelblue
#B0C4DE

Lightyellow
#FFFFE0

Lime
#00FF00

Limegreen
#32CD32

Linen
#FAF0E6

Magenta
#FF00FF

Maroon
#800000

Mediumaquamarine
#66CDAA

Mediumblue
#0000CD

Mediumorchid
#BA55D3

Mediumpurple
#9370D8

Mediumseagreen
#3CB371

Mediumslateblue
#7B68EE

Mediumspringgreen
#00FA9A

Mediumturquoise
#48D1CC

Mediumvioletred
#C71585

Midnightblue
#191970

Mintcream
#F5FFFA

Mistyrose
#FFE4E1

Moccasin
#FFE4B5

Navajowhite
#FFDEAD

Navy
#000080

Oldlace
#FDF5E6

Olive
#808000

Olivedrab
#688E23

Orange
#FFA500

Orangered
#FF4500

Orchid
#DA70D6

Palegoldenrod
#EEE8AA

Palegreen
#98FB98

Paleturquoise
#AFEEEE

Palevioletred
#D87093

Papayawhip
#FFEFD5

Peachpuff
#FFDAB9

Peru
#CD853F

Pink
#FFC0CB

Plum
#DDA0DD

Powderblue
#B0E0E6

Purple
#800080

Red
#FF0000

Rosybrown
#BC8F8F

Royalblue
#4169E1

Saddlebrown
#8B4513

Salmon
#FA8072

Sandybrown
#F4A460

Seagreen
#2E8B57

Seashell
#FFF5EE

Sienna
#A0522D

Silver
#C0C0C0

Skyblue
#87CEEB

Slateblue
#6A5ACD

Slategray
#708090

Snow
#FFFAFA

Springgreen
#00FF7F

Steelblue
#4682B4

Tan
#D2B48C

Teal
#008080

Thistle
#D8BFD8

Tomato
#FF6347

Turquoise
#40E0D0

Violet
#EE82EE

Wheat
#F5DEB3

White
#FFFFFF

Whitesmoke
#F5F5F5

Yellow
#FFFF00

YellowGreen
#9ACD32



Warna-warna diatas bisa digunakan untuk berbagai keperluan desain web seperti memberikan warna pada tulisan, pada latar belakang atau backround, warna garis dan lainnya.
Masih banyak kode warna lain yang bisa digunakan, seperti disebutkan diatas, warna pada komputer ada jutaan

Pages